![]() |
Sering Dianggap Sepele, Ini Bahaya Memendam Emosi |
Tech Faculty – Banyak orang yang tidak menyadari bahaya dari memendam emosi dan memilih untuk menutupinya. Padahal, emosi yang terlalu lama dipendam bisa berpengaruh buruk terhadap kondisi fisik maupun mental, bahkan tak jarang bisa berdampak buruk pada hubungan dengan orang lain.
Memendam emosi
adalah kondisi dimana pikiran kita tidak mengakui, menghindari, atau bahkan
tidak dapat mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat, baik disadari maupun
tidak disadari. Emosi yang sering dipendam biasanya adalah kemarahan, frustasi,
kesedihan, ketakutan, dan kekecewaan terhadap suatu hal.
Emosi yang dipendam tidak akan membuat emosi itu hilang, hal itu justru akan membuat emosi mengendap dalam tubuh. Alih – alih menjadi lega, emosi yang mengendap justru akan membuat orang yang mengalaminya merasa lebih terbebani.
Bahaya Memendam Emosi
Meski tidak
terlihat, sebenarnya emosi sangat berpengaruh besar pada kehidupan manusia. Oleh
Karena itu, tak heran jika memendam emosi yang seharusnya disampaikan bisa saja
berdampak buruk pada orang tersebut. Inilah beberapa bahaya dari memendam emosi
yang perlu kamu waspadai :
Melemahkan sistem
kekebalan tubuh
Memendam emosi
memang tidak akan menyebabkan penyakit secara langsung. Namun, memendam emosi
dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga orang yang mengalaminya akan
mudah terserang berbagai jenis penyakit, mulai dari penyakit ringan seperti
batuk, hingga penyakit kronis seperti kanker.
Mengakibatkan
kecemasan berlebih
Emosi yang
dipendam terus – menerus bisa menyebabkan gangguan kecemasan. Jika berkepanjangan
akan mengakibatkan otak memproduksi hormone stress secara berkala. Hal ini pada
akhirnya bisa berdampak negative pada kesehatan fisik seperti sakit kepala,
mual, muntah, hingga kesulitan untuk bernapas.
Mengakibatkan
depresi
Emosi yang
tidak tersampaikan dengan baik juga dapat mengakibatkan depresi. Jika sudah
seperti ini, emosi negatif yang dipendam akan berubah menjadi perasaan hampa,
putus asa, bahkan hingga perasaan ingin mengakhiri hidup. Gejala yang timbul
akibat depresi antara lain adalah sering merasa lelah, sulit tidur pada malam
hari, dan kehilangan ketertarikan untuk melakukan hal – hal yang bisanya
disukai. Depresi juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti sakit kepala,
penurunan berat badan, hingga gangguan pernapasan.
Menyebabkan
penyakit kronis
Produksi hormone
stres yang berlebihan akibat memendam emosi akan meningkatkan detak jantung dan
tekanan darah. Jika terjadi dalam jangka panjang bisa menyebabkan orang yang
memendam emosi menjadi berisiko lebih tinggi untuk menderita berbagai penyakit
kronis seperti stroke dan gagal jantung. Selain itu, hormone stres yang
berlebihan dapat mengganggu proses pengiriman sinyal dari otak ke usus,
sehingga menjadi rentan terkena gangguan sistem pencernaan seperti irritable
bowel syndrome.
Cobalah untuk
mengekspresikan emosi dengan sehat agar terhindari dari bahaya memendam emosi. Namun,
jika dirasa masih sulit untuk mengekpresikan emosi, jangan ragu untuk meminta
bantuan ahli seperti psikolog atau psikiater.
Artikel ini telah ditulis ulang


