![]() |
Fakta Baru Kematian Satu Keluarga di Kalideres : Sang Ibu Diperkirakan Sudah Tewas Sejak Mei Lalu |
Tech Faculty – Kasus kematian empat orang dalam satu keluarga yang tewas di dalam rumahnya yang berlokasi di Kalideres, Jakarta Barat, masih menjadi misteri. Sampai saat ini polisi masih terus berusaha untuk mengungkap motif dan penyebab kematian empat orang tersebut.
Sejumlah barang
bukti dan petunjuk baru terus dikumpulkan dan diselidiki oleh penyidik
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama dengan Polres Metro
Jakarta Barat. Fakta baru mengungkapkan bahwa salah satu dari empat anggkota
keluarga tersebut sudah meninggal sejak Mei 2022 lalu.
Fakta tersebut
terungkap berdasarkan keterangan saksi yang pernah berkomunikasi dan
berinteraksi dengan korban bernama Dian, salah satu saksi tersebut adalah
pegawai koperasi simpan pinjam yang pernah masuk ke dalam rumah tersebut untuk
mengurus administrasi penggadaian sertifikat.
Dilansir dari
berbagai sumber, menurut Kombes Hengki Haryadi, Direktur Reserse Kriminal Umum
Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa saksi dan rekannya mencium bau tak sedap
ketika masuk ke dalam pekarangan rumah pada Mei lalu.
Menurut saksi
ia sempat berbicara dengan korban yang bernama Budiyanti Gunawan yang merupakan
ipar dari pemilik rumah yang bernama Rudyanto Gunawan dan Rini Margaretha
Gunawan.
Saksi yang
merupakan seorang pegawai koperasi pun meminta untuk dipertemukan dengan
Margaretha, sebab sertifikat rumah tersebut atas nama Margaretha. Ketika pegawai
koperasi ini masuk ke rumah, menyeruak bau yang lebih busuk lagi.
Saksi kemudian
bertemu dengan Dian yang merupakan anak dari Rudyanto dan Margaretha, pada saat
itu Dian menyebut bahwa ibunya sedang tidur sehingga dirinya tidak bisa
menyalakan lampu tidur.
Namun pada
saat dipegang untuk dibangunkan karena harus mengecek sertifikat, tubuh
Margaretha agak gemuk dan mencurigakan. Kemudian saksi diam – diam menyalakan
senter dari ponsel dan mendapati Margaretha sudah meninggal. Saksi yang melihat
kemudian memutuskan untuk keluar rumah dan mengajak temannya untuk meninggalkan
lokasi.
Budiyanto
kemudian mengejar saksi dan memintanya untuk tidak melaporkan ke polisi atau
pihak RT dan warga bahwa saat itu Margaretha sudah tewas. Namun di sisi lain,
Dian yang merupakan anak dair pemilik rumah menunjukkan gelagat aneh ketika
pegawai koperasi itu menyebutkan bahwa Margaretha sudah menjadi mayat.
Dian
menjelaskan sembari menyisir rambut Margaretha yang rontok bahwa ibunya masih
hidup dan setiap hari masih diberi minum susu., Dian juga bersikeras bahwa
Margaretha masih hidup.
Jasad Margaretha
dibiarkan terbaring kaku di atas kasur sampai akhirnya Dian dan dua penghuni
lainnya juga ditemukan meninggal dunia pada November 2022 di rumahnya.


