-->

Iklan

Fakta Baru Kematian Satu Keluarga di Kalideres : Sang Ibu Diperkirakan Sudah Tewas Sejak Mei Lalu

S Atisa Hartati
Tuesday, November 22, 2022, November 22, 2022 WIB Last Updated 2022-11-22T06:58:00Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Fakta Baru Kematian Satu Keluarga di Kalideres : Sang Ibu Diperkirakan Sudah Tewas Sejak Mei Lalu

Fakta Baru Kematian Satu Keluarga di Kalideres : Sang Ibu Diperkirakan Sudah Tewas Sejak Mei Lalu

Tech Faculty – Kasus kematian empat orang dalam satu keluarga yang tewas di dalam rumahnya yang berlokasi di Kalideres, Jakarta Barat, masih menjadi misteri. Sampai saat ini polisi masih terus berusaha untuk mengungkap motif dan penyebab kematian empat orang tersebut.


Sejumlah barang bukti dan petunjuk baru terus dikumpulkan dan diselidiki oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama dengan Polres Metro Jakarta Barat. Fakta baru mengungkapkan bahwa salah satu dari empat anggkota keluarga tersebut sudah meninggal sejak Mei 2022 lalu.


Fakta tersebut terungkap berdasarkan keterangan saksi yang pernah berkomunikasi dan berinteraksi dengan korban bernama Dian, salah satu saksi tersebut adalah pegawai koperasi simpan pinjam yang pernah masuk ke dalam rumah tersebut untuk mengurus administrasi penggadaian sertifikat.


Dilansir dari berbagai sumber, menurut Kombes Hengki Haryadi, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa saksi dan rekannya mencium bau tak sedap ketika masuk ke dalam pekarangan rumah pada Mei lalu.


Menurut saksi ia sempat berbicara dengan korban yang bernama Budiyanti Gunawan yang merupakan ipar dari pemilik rumah yang bernama Rudyanto Gunawan dan Rini Margaretha Gunawan.


Saksi yang merupakan seorang pegawai koperasi pun meminta untuk dipertemukan dengan Margaretha, sebab sertifikat rumah tersebut atas nama Margaretha. Ketika pegawai koperasi ini masuk ke rumah, menyeruak bau yang lebih busuk lagi.


Saksi kemudian bertemu dengan Dian yang merupakan anak dari Rudyanto dan Margaretha, pada saat itu Dian menyebut bahwa ibunya sedang tidur sehingga dirinya tidak bisa menyalakan lampu tidur.


Namun pada saat dipegang untuk dibangunkan karena harus mengecek sertifikat, tubuh Margaretha agak gemuk dan mencurigakan. Kemudian saksi diam – diam menyalakan senter dari ponsel dan mendapati Margaretha sudah meninggal. Saksi yang melihat kemudian memutuskan untuk keluar rumah dan mengajak temannya untuk meninggalkan lokasi.


Budiyanto kemudian mengejar saksi dan memintanya untuk tidak melaporkan ke polisi atau pihak RT dan warga bahwa saat itu Margaretha sudah tewas. Namun di sisi lain, Dian yang merupakan anak dair pemilik rumah menunjukkan gelagat aneh ketika pegawai koperasi itu menyebutkan bahwa Margaretha sudah menjadi mayat.


Dian menjelaskan sembari menyisir rambut Margaretha yang rontok bahwa ibunya masih hidup dan setiap hari masih diberi minum susu., Dian juga bersikeras bahwa Margaretha masih hidup.


Jasad Margaretha dibiarkan terbaring kaku di atas kasur sampai akhirnya Dian dan dua penghuni lainnya juga ditemukan meninggal dunia pada November 2022 di rumahnya.


Sampai saat ini Polisi masih terus menyelidiki motif dibalik kasus kematian keluarga ini.


Sumber : berbagai sumber

Komentar

Tampilkan

Terkini